LEUWILIANG-STKIP Muhammadiyah Bogor membuka pekan orientasi studi mahasiswa dan almamater (POSMA), kemarin. Pembukaan ini ditandai penyematan tanda peserta ketua STKIP Muhammadiyah, Yusfitriadi. Posma kali ini diikuti 193 calon mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksan Posma, Anton Hilaman mengatakan, hari pertama kemarin peserta dianjurkan mengenakan seragam putih-hitam serta tanda pengenal sebagai bentuk kekompakan selama masa taaruf.
Hari ini (kemarin, red), kata Anton, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah aula kampus untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia dalam bentuk perkenalan.
Seperti pengenalan intern kampus STKIP Muhammadiyah Bogor. Acara dilanjutkan dengan materi-materi yang bertemakan “Kenali Jati Diri, untuk Masyarakat Kami Mengabdi”.
Ia mengatakan, jumlah calon mahasiswa cukup meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, yakni mencapai 193. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 190 mahasiswa. “Masih akan ada mahasiswa-mahasiswa pindahan,” terang Anton.(abe)
Rabu, 17 Oktober 2012
STKIP Muhammadiyah Gelar Posma
LEUWILIANG-STKIP Muhammadiyah Bogor membuka pekan orientasi studi mahasiswa dan almamater (POSMA), kemarin. Pembukaan ini ditandai penyematan tanda peserta ketua STKIP Muhammadiyah, Yusfitriadi. Posma kali ini diikuti 193 calon mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksan Posma, Anton Hilaman mengatakan, hari pertama kemarin peserta dianjurkan mengenakan seragam putih-hitam serta tanda pengenal sebagai bentuk kekompakan selama masa taaruf.
Hari ini (kemarin, red), kata Anton, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah aula kampus untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia dalam bentuk perkenalan.
Seperti pengenalan intern kampus STKIP Muhammadiyah Bogor. Acara dilanjutkan dengan materi-materi yang bertemakan “Kenali Jati Diri, untuk Masyarakat Kami Mengabdi”.
Ia mengatakan, jumlah calon mahasiswa cukup meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, yakni mencapai 193. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 190 mahasiswa. “Masih akan ada mahasiswa-mahasiswa pindahan,” terang Anton.
Ketua Panitia Pelaksan Posma, Anton Hilaman mengatakan, hari pertama kemarin peserta dianjurkan mengenakan seragam putih-hitam serta tanda pengenal sebagai bentuk kekompakan selama masa taaruf.
Hari ini (kemarin, red), kata Anton, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah aula kampus untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia dalam bentuk perkenalan.
Seperti pengenalan intern kampus STKIP Muhammadiyah Bogor. Acara dilanjutkan dengan materi-materi yang bertemakan “Kenali Jati Diri, untuk Masyarakat Kami Mengabdi”.
Ia mengatakan, jumlah calon mahasiswa cukup meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, yakni mencapai 193. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 190 mahasiswa. “Masih akan ada mahasiswa-mahasiswa pindahan,” terang Anton.
STKIP Muhammadiyah Gelar Posma
LEUWILIANG-STKIP Muhammadiyah Bogor membuka pekan orientasi studi mahasiswa dan almamater (POSMA), kemarin. Pembukaan ini ditandai penyematan tanda peserta ketua STKIP Muhammadiyah, Yusfitriadi. Posma kali ini diikuti 193 calon mahasiswa.
Ketua Panitia Pelaksan Posma, Anton Hilaman mengatakan, hari pertama kemarin peserta dianjurkan mengenakan seragam putih-hitam serta tanda pengenal sebagai bentuk kekompakan selama masa taaruf.
Hari ini (kemarin, red), kata Anton, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah aula kampus untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia dalam bentuk perkenalan.
Seperti pengenalan intern kampus STKIP Muhammadiyah Bogor. Acara dilanjutkan dengan materi-materi yang bertemakan “Kenali Jati Diri, untuk Masyarakat Kami Mengabdi”.
Ia mengatakan, jumlah calon mahasiswa cukup meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, yakni mencapai 193. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 190 mahasiswa. “Masih akan ada mahasiswa-mahasiswa pindahan,” terang Anton.
Ketua Panitia Pelaksan Posma, Anton Hilaman mengatakan, hari pertama kemarin peserta dianjurkan mengenakan seragam putih-hitam serta tanda pengenal sebagai bentuk kekompakan selama masa taaruf.
Hari ini (kemarin, red), kata Anton, semua peserta dikumpulkan dalam sebuah aula kampus untuk mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia dalam bentuk perkenalan.
Seperti pengenalan intern kampus STKIP Muhammadiyah Bogor. Acara dilanjutkan dengan materi-materi yang bertemakan “Kenali Jati Diri, untuk Masyarakat Kami Mengabdi”.
Ia mengatakan, jumlah calon mahasiswa cukup meningkat dibandingkan dua tahun terakhir, yakni mencapai 193. Sedangkan tahun sebelumnya hanya 190 mahasiswa. “Masih akan ada mahasiswa-mahasiswa pindahan,” terang Anton.
Sabtu, 15 September 2012
BAKTI SOSIAL "GEMPA BUMI" CIBUNIAN
PAMIJAHAN-Setelah menggalang dana satu hari penuh pada tanggal 11 September 2012, akhirnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiah dan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam FORESTKIP langsung menyalurkan bantuannya kepada warga korban gempa di Desa Cibunia, Kecamatan Pamijahan, Rabu (12/9).
Menggunakan duapuluh sepeda motor dan satu unit mobil Kijang, mereka langsung menuju lokasi. Namun, cuaca yang sangat panas tidak menghalangi mereka untuk membantu korban bencana alam gempa bumi.
Setelah begitu lama perjalan tibalah ke tempat lokasi bencana. Rombongan ini pun disambut kepala desa, ketua RT dan warga sekitar. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perangkat desa. Usai menyerahkan bantuan, mahasiswa STKIP melihat-lihat daerah sekitar yang belum tejamah dengan bantun yaitu Desa Purabakti.
Ketua BEM STKIP Muhammadiyah, Saepulloh Nur dan Ketua Kelompok Mahasiwa Pencinta Alam FORESTKIP, Asep Ahmad Mutadin dengan sapaan Sinaga mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terkena bencana gempa bumi.
“Semoga dengan kejadian ini, masyarakat diberikan kesabaran juga ketabahan. Dan semoga kita semua selalu diberikan kepekaan untuk tetap peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah di mana pun mereka berada,” tandasnya.
Jumat, 17 Agustus 2012
Waktu 11.32 Wib
ketika malam menyambut rembulan menerpa
kegelapan malam, kuhanya dapat diam terpaku menghening... akan semua yang tlah terjadi dalam kehidupan yang pana ini,
Lara hanya bisa menangis membisu bak patung yang kaku...
Hemmmmmmmm senyum ini tak lagi manis tak lagi indah seperti lantunan lagu yang sunyi.
kegelapan malam, kuhanya dapat diam terpaku menghening... akan semua yang tlah terjadi dalam kehidupan yang pana ini,
Lara hanya bisa menangis membisu bak patung yang kaku...
Hemmmmmmmm senyum ini tak lagi manis tak lagi indah seperti lantunan lagu yang sunyi.
Jumat, 10 Agustus 2012
Launching Gandrung
itu.
LEUWILIANG - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah membuka pagelaran teater, kemarin. Pertunjukan tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah jurusan Bahasa Indonesia yang bernaung dalam Teater Gandrung.
Pagelaran bertema Ekspersi Gila Berwajah Seni ini diselenggarakan di Aula Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari sekolah tinggi lain di wilayah Leuwiliang dan Cibungbulang.
Ketua panitia pagelaran, Anton Hilman mengatakan, tujuan diadakan teater ini untuk mempertahankan seni budaya Indonesia di bidang sastra. Selain itu, untuk mempersiapkan generasi bangsa yang cinta akan seni dan budaya tanah air.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilangsungkan kemarin terdiri atas lima pagelaran, yakni pembacaan puisi, musikalitas puisi, rampak puisi, dramatisasi puisi dan drama modern.
Menurut dia, puisi dan drama merupakan seni sastra yang harus dijaga dan dilestarikan. Sebab, seni tersebut sudah mulai pudar karena kurang digandrungi masyarakat seiring kemajuan zaman. “Semoga dengan kegiatan ini, mahasiswa bisa lebih bangga dan menyukai seni budaya Indonesia,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Sementara itu, pembina Teater Gandrung, Esep Muhammad Zaeni mengatakan, mendukung segenap mahasiswa dalam pertunjukan tersebut. Menurut dia, teater merupakan salah satu kegiatan positif daripada menghabiskan waktu dengan hal-hal negatif. Ia berharap, mahasiswa mengalami perkembangan setelah kegiatan ini.
“Ke depan kami akan mencari binaan ke kampus-kampus lain,” ujar dosen bahasa Indonesia
LEUWILIANG - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah membuka pagelaran teater, kemarin. Pertunjukan tersebut diselenggarakan oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah jurusan Bahasa Indonesia yang bernaung dalam Teater Gandrung.
Pagelaran bertema Ekspersi Gila Berwajah Seni ini diselenggarakan di Aula Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari sekolah tinggi lain di wilayah Leuwiliang dan Cibungbulang.
Ketua panitia pagelaran, Anton Hilman mengatakan, tujuan diadakan teater ini untuk mempertahankan seni budaya Indonesia di bidang sastra. Selain itu, untuk mempersiapkan generasi bangsa yang cinta akan seni dan budaya tanah air.
Ia menambahkan, kegiatan yang dilangsungkan kemarin terdiri atas lima pagelaran, yakni pembacaan puisi, musikalitas puisi, rampak puisi, dramatisasi puisi dan drama modern.
Menurut dia, puisi dan drama merupakan seni sastra yang harus dijaga dan dilestarikan. Sebab, seni tersebut sudah mulai pudar karena kurang digandrungi masyarakat seiring kemajuan zaman. “Semoga dengan kegiatan ini, mahasiswa bisa lebih bangga dan menyukai seni budaya Indonesia,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Sementara itu, pembina Teater Gandrung, Esep Muhammad Zaeni mengatakan, mendukung segenap mahasiswa dalam pertunjukan tersebut. Menurut dia, teater merupakan salah satu kegiatan positif daripada menghabiskan waktu dengan hal-hal negatif. Ia berharap, mahasiswa mengalami perkembangan setelah kegiatan ini.
“Ke depan kami akan mencari binaan ke kampus-kampus lain,” ujar dosen bahasa Indonesia
SMA KU SAYANG SMA KU MALANG
HANCUR: Satu ruang kelas SMA Mandala ambruk karena hujan deras, sehingga tak dapat digunakan (kiri). Saksi mata, Eman (52) menunjukkan bangunan yang telah rusak, kemarin. (kanan).
LEUWILIANG–Hujan deras membuat satu kelas SMA Mandala di Kampung Hegarsari, Desa Cibeber I ambruk, Kamis (9/6).
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21:00. Akibatnya, puluhan bangku dan kursi yang ada di dalam kelas tak bisa digunakan. Diduga, bangunan ambruk karena tak kuat menahan hujan dan angin. Tak ada korban jiwa, dalam bencana ini.
Pantauan Radar Bogor, atap kelas yang terbuat dari kayu patah di bagian tengah. Sehingga, semua plafon ambruk ke dalam kelas. “Dari sore hingga malam, hujan lebat disertai angin hingga pukul 20:00. Nah, kelas itu ambruk setelah hujan berhenti sekitar satu jam kemudian,” kata Eman (52), seorang saksi mata yang tinggal di samping SMA Mandala, kemarin.
Ia menambahkan, saat kejadian di sekolah hanya ada seorang satpam.
Untung saja ambruknya tak saat jam pelajaran berlangsung,” tandasnya kepada Radar Bogor.
Penjaga sekolah, Dodi Suryadi (37) mengatakan, kelas yang ambruk dan semua bangunan telah berdiri sejak 1993. Saat ini, kondisi sekolah kosong karena siswa kelas 1 dan 2 sedang menjalani ujian semester.
“Tadi ada ujian semester dan sekarang sudah bubar. Nah, kebetulan bangunan yang ambruk awalnya ruang kelas. Tapi, beberapa waktu lalu sudah dialihfungsikan menjadi ruang OSIS. Sedangkan, siswa setiap hari menggunakan kelas yang ada di seberang ruang OSIS,” paparnya.
Menurut dia, yayasan telah mengetahui informasi ambruknya kelas di SMA Mandala. Namun, belum tahu perkembangan selanjutnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Sumarli menyarankan, pengelola sekolah segera membuat laporan dan mengajukan bantuan kepada pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia berharap, pemkab segera memberikan bantuan tanggap darurat agar kelas dapat kembali digunakan. “Kerusakan terjadi karena bencana alam, jadi harus segera ditangani,” ujarnya kepada Radar Bogor. (and/luc)
LEUWILIANG–Hujan deras membuat satu kelas SMA Mandala di Kampung Hegarsari, Desa Cibeber I ambruk, Kamis (9/6).
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21:00. Akibatnya, puluhan bangku dan kursi yang ada di dalam kelas tak bisa digunakan. Diduga, bangunan ambruk karena tak kuat menahan hujan dan angin. Tak ada korban jiwa, dalam bencana ini.
Pantauan Radar Bogor, atap kelas yang terbuat dari kayu patah di bagian tengah. Sehingga, semua plafon ambruk ke dalam kelas. “Dari sore hingga malam, hujan lebat disertai angin hingga pukul 20:00. Nah, kelas itu ambruk setelah hujan berhenti sekitar satu jam kemudian,” kata Eman (52), seorang saksi mata yang tinggal di samping SMA Mandala, kemarin.
Ia menambahkan, saat kejadian di sekolah hanya ada seorang satpam.
Untung saja ambruknya tak saat jam pelajaran berlangsung,” tandasnya kepada Radar Bogor.
Penjaga sekolah, Dodi Suryadi (37) mengatakan, kelas yang ambruk dan semua bangunan telah berdiri sejak 1993. Saat ini, kondisi sekolah kosong karena siswa kelas 1 dan 2 sedang menjalani ujian semester.
“Tadi ada ujian semester dan sekarang sudah bubar. Nah, kebetulan bangunan yang ambruk awalnya ruang kelas. Tapi, beberapa waktu lalu sudah dialihfungsikan menjadi ruang OSIS. Sedangkan, siswa setiap hari menggunakan kelas yang ada di seberang ruang OSIS,” paparnya.
Menurut dia, yayasan telah mengetahui informasi ambruknya kelas di SMA Mandala. Namun, belum tahu perkembangan selanjutnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Sumarli menyarankan, pengelola sekolah segera membuat laporan dan mengajukan bantuan kepada pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ia berharap, pemkab segera memberikan bantuan tanggap darurat agar kelas dapat kembali digunakan. “Kerusakan terjadi karena bencana alam, jadi harus segera ditangani,” ujarnya kepada Radar Bogor. (and/luc)
Langganan:
Postingan (Atom)
