Jumat, 10 Agustus 2012

SMA KU SAYANG SMA KU MALANG

HANCUR: Satu ruang kelas SMA Mandala ambruk karena hujan deras, sehingga tak dapat digunakan (kiri). Saksi mata, Eman (52) menunjukkan bangunan yang telah rusak, kemarin. (kanan).
LEUWILIANG–Hujan deras membuat satu kelas SMA Mandala di Kampung Hegarsari, Desa Cibeber I ambruk, Kamis (9/6).

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21:00. Akibatnya, puluhan bangku dan kursi yang ada di dalam kelas tak bisa digunakan. Diduga, bangunan ambruk karena tak kuat menahan hujan dan angin. Tak ada korban jiwa, dalam bencana ini.

Pantauan Radar Bogor, atap kelas yang terbuat dari kayu patah di bagian tengah. Sehingga, semua plafon ambruk ke dalam kelas. “Dari sore hingga malam, hujan lebat disertai angin hingga pukul 20:00. Nah, kelas itu ambruk setelah hujan berhenti sekitar satu jam kemudian,” kata Eman (52), seorang saksi mata yang tinggal di samping SMA Mandala, kemarin.

Ia menambahkan, saat kejadian di sekolah hanya ada seorang satpam.

Untung saja ambruknya tak saat jam pelajaran berlangsung,” tandasnya kepada Radar Bogor.

Penjaga sekolah, Dodi Suryadi (37) mengatakan, kelas yang ambruk dan semua bangunan telah berdiri sejak 1993. Saat ini, kondisi sekolah kosong karena siswa kelas 1 dan 2 sedang menjalani ujian semester.

“Tadi ada ujian semester dan sekarang sudah bubar. Nah, kebetulan bangunan yang ambruk awalnya ruang kelas. Tapi, beberapa waktu lalu sudah dialihfungsikan menjadi ruang OSIS. Sedangkan, siswa setiap hari menggunakan kelas yang ada di seberang ruang OSIS,” paparnya.

Menurut dia, yayasan telah mengetahui informasi ambruknya kelas di SMA Mandala. Namun, belum tahu perkembangan selanjutnya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor, Sumarli menyarankan, pengelola sekolah segera membuat laporan dan mengajukan bantuan kepada pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ia berharap, pemkab segera memberikan bantuan tanggap darurat agar kelas dapat kembali digunakan. “Kerusakan terjadi karena bencana alam, jadi harus segera ditangani,” ujarnya kepada Radar Bogor. (and/luc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar