Jumat, 14 Februari 2014

MENJADI GURU ITU MENYENANGKAN


Tuhan memang adil untuk memberikan rizki kepada seluruh umatnya, tutur Ira juniati yang akrab dipanggil Bu ira kelahiran 35 tahun yang lalu. Putri bungsu dari ibu Cocop dan Barnas seorang petani yang termasyur di kampungnya. Ira juniati kuliah di STAI Laroiba jurusan pendidikan madrasah ibtiyah (MI). Di sela kesibukannya kuliah, dia aktif menggeluti dunia pendidikan.
Pada tahun 2002 Ira melamar ke salah satu sekolah dasar di kecamatan cigudeg , yaitu SDN Parakantiga dikepalai oleh Bpk Abu, S.Pd, nah disinilah ia mempunyai banyak kesempatan untuk ikut tes CPNS di kabupaten maupun kota. Waktu terus bergulir Ira semakin enjoy dan memfokuskan dirinya menjadi seorang tenaga pendidik. Terbukti dari keuletannya ia bisa membawa sekolahnya juara dalam kegiata-kegiatan yang diadakan oleh kecamatan.
Saat ditanya mengapa memilih menjadi seorang guru padahal gajihnya amat minim? Guru bukanlah profesi melainkan pilihan hidup dan pengabdian terhadap bangsa dan negara. Itulah yang menjadi pondasi saya untuk tetap teguh pada pendirian. Gaji bukanlah tolak ukur untuk kesuksesan dan keilasan dalam bekerja, saya justru merasa lebih sederhana dan segala kebutuhan alhamdullilah bisa tercukupi. Mungkin rasa syukur dan ikhlas yang membuat saya begitu enjoy. “jelasnya.
Pak Soleh yang banyak melatih dan menempa saya. Ia memberikan motivasi untuk tetap bertahan menjadi sorang guru. Ketika 2 tahun berjalan masa kerja saya, saya mulai menemukan jati diri yang sebenarnya. Ternyata menjadi guru itu menyenangkan. Hampir setiap hari minggu anak-anak didik saya main kerumah dengan membawa makanan khas kampungnya. Saking dekatnya mereka sampe nginep dirumah ketika liburan datang. tambahnya
Di sekolah saya dipercaya untuk menjadi wali kelas V dan menjadi pembina pramuka. Kepercayaan itu menjadi semangat saya tumbuh untuk tetap mendidik anak-anak dengan hati dan nurani. Pagi-pagi saya sudah berda disekolah, membersihkan kantor dan mempersiapkan bahan ajar. Anak-anak sangat antusias untuk mencium tangan saya, mungkin itu tandanya mereka menghormati saya.
Ketika ditanya apakah ada orang yang dekat ibu yang membantu dan memberi spirit ibu dalam karir? Dengan ceria Ira mengatakan, oh so pasti, “Ada, Ayah, Ibu dan Kakak-kakak saya’’, cetusnya.
Di akhir perbincangan Ira mengatakan bahwa harapan kedepan, saya mohon kepada Allah agar saya diberi sehat wal’afiat dan diberikan kekuatan iman saya dan pesan saya kepada rekan guru atau calon guru, “Pesan saya kepada seluruh rekan untuk tegar menjalani hidup, karena pekerjaan apapun kalau dijalani dengan tulus dan ikhlas Insya Allah, akan berhasil dan tidak boleh menyerah”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar