Rabu, 16 Januari 2013
MIRIS KENA BENCANA BELUM ADA GUBRISAN DARI PEMERINTAH
SDN Banar 01 Belum Diperbaiki
SUKAJAYA-Pasca ambruknya atap SDN Banar I di RT 01/12, Kampung Babakankidul, Desa Harkatjaya, Pemkab Bogor, belum memperbaiki kerusakan.
Akibatnya, hingga kemarin para siswa masih melakukan kegiatan belajar mengajar di Majelis Taklim Nurul Asgori di RT 01/09, Majelis Taklim Asogori di RT 2/9 dan Majelis Taklim Al-Mutarin.
Kepala SDN Banar 01, Sukma Wijaya menyatakan, siswa terpaksa belajar sementara di madrasah karena tiga ruang kelas dan halaman depan sekolah masih rusak.
Lebih lanjut ia mengatakan, guru-guru pun masih membersihkan puing-puing bangunan dan mengarahkan siswa ke bangunan unit dua yang kondisinya masih layak. ”Kelas I, II, III belajar pagi sedangkan kelas IV, V, VI siang hari,” ujarnya.
Untuk kepastian perbaikan ruang kelas, kata dia, Pemkab Bogor sudah berjanji akan dilaksanakan tiga bulan ke depan. ”Saat ini tak efektif karena siswa belajar di teras tanpa kursi dan meja,” tukasnya.
Sementara, Sekdes Harkatjaya, Taufik Iskandar mengakui, sejumlah pihak dari pemkab sudah meninjau lokasi. ”Kita menunggu kepastian agar bisa segera dibangun lagi,” ungkapnya.(cr1)
http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&id=107666
Kamis, 03 Januari 2013
Celotehan KU&DIA
Hai, lama tak jumpa dnganmu......... mungkin di dunia ini dapat mewakili smua yang pernah ada dalam benak yang tak mungkin terucap... hahah|
oi maaaaffff super maaaffff ya???????? kenapa ga pernah marah???? padahal?????? uhhhhhhhh nanti aja dah... biar marahnya tambah seru_ tau ga seiket sayur sekarang berapa???? hahahah 1000 kan pa 2000.
Mau ga????
pasi mau gerah???
hayo ngaku????
hayuuuu ath ngaku..... ngakuuuu ngakuuuuuuu
KMPA Forestkip STKIP Muhammadiyah Gelar Diklatsar
Loji. Setelah 3 bulan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam FORESTKIP menerima calon anggota baru. Kegiatan itu diisi dengan latihan materi kelas yang dibimbing oleh senior dan pembina Forestkip. Materi-materi yang di pelajari calon anggota Forestkip itu untuk bekal DIKLATSAR di Gunug Salak.
Kamis 27 s.d 30 Desember 2012 KMPA Forestkip menggelar DIKLATSAR di Gunung Salak. Diikuti 12 orang calon anggota baru. Terdiri dari 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STKIP Muhammadiyab Bpk. Yusfitriadi, M.Pd di halaman kampus dan dihadiri oleh beberapa dosen.
Pukul 20.00 wib calon anggota KMPA Forestkip diberangkatkan menuju Gunug Salak menggunakan kendaraan umum dan didampingi oleh 2 orang senior. Setelah itu mereka berjalan kaki senjang 15 km selama 6 jam. Rombongan calon anggota tiba pada pukul 02.00 wib.
Asep Sopian sebagai ketua pelaksana menyatakan pada hari pertama diisi dengan kegiatan sosialisasi penduduk (sosped). Kemudian dilanjutkan dengan kegitan Jumar, yaitu memanjat pohon dengan menggunakan seutas tali. Dihari ke 2 diisi materi survival. Dimana calon anggota di uji kemampuannya untuk bertahan hidup di alam dengan kondisi yang tidak biasa, dari membuat cams sampai mencari jenis makanan yang dapat dikonsumsi di alam terbuka.
Hari terakhir kegiatan diisi dengan refling dari ketinggian kurang lebih 200 meter dicurug yang berdindingkan batu.
Menuju upacara penutupan calon anggota berjalan kaki kurang lebih 10 km. Di kamus STKIP Muhammadiyah telah bersiap-siap untuk menyambut dan menggelar upaca serta penyematan tanda anggota KMPA Forestkip.
Penutupan secara resmi ditutup oleh pembatu ketua III bidang kemahasiswaan Bpk. Drs. M. Yusuf beliau mengatakan bahwa KMPA Forestkip haruslah peduli bukan hanya pada alam pegunungan melaikan pada alam masyarakatpun.
Atas terselenggaranya kegiatan ini kami berharap generasi penerus yang peduli terhadap alam semakin bertambah banyak dan semakin menyatu dalm visi dan misinya. Tandas Asep
Kamis 27 s.d 30 Desember 2012 KMPA Forestkip menggelar DIKLATSAR di Gunung Salak. Diikuti 12 orang calon anggota baru. Terdiri dari 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua STKIP Muhammadiyab Bpk. Yusfitriadi, M.Pd di halaman kampus dan dihadiri oleh beberapa dosen.
Pukul 20.00 wib calon anggota KMPA Forestkip diberangkatkan menuju Gunug Salak menggunakan kendaraan umum dan didampingi oleh 2 orang senior. Setelah itu mereka berjalan kaki senjang 15 km selama 6 jam. Rombongan calon anggota tiba pada pukul 02.00 wib.
Asep Sopian sebagai ketua pelaksana menyatakan pada hari pertama diisi dengan kegiatan sosialisasi penduduk (sosped). Kemudian dilanjutkan dengan kegitan Jumar, yaitu memanjat pohon dengan menggunakan seutas tali. Dihari ke 2 diisi materi survival. Dimana calon anggota di uji kemampuannya untuk bertahan hidup di alam dengan kondisi yang tidak biasa, dari membuat cams sampai mencari jenis makanan yang dapat dikonsumsi di alam terbuka.
Hari terakhir kegiatan diisi dengan refling dari ketinggian kurang lebih 200 meter dicurug yang berdindingkan batu.
Menuju upacara penutupan calon anggota berjalan kaki kurang lebih 10 km. Di kamus STKIP Muhammadiyah telah bersiap-siap untuk menyambut dan menggelar upaca serta penyematan tanda anggota KMPA Forestkip.
Penutupan secara resmi ditutup oleh pembatu ketua III bidang kemahasiswaan Bpk. Drs. M. Yusuf beliau mengatakan bahwa KMPA Forestkip haruslah peduli bukan hanya pada alam pegunungan melaikan pada alam masyarakatpun.
Atas terselenggaranya kegiatan ini kami berharap generasi penerus yang peduli terhadap alam semakin bertambah banyak dan semakin menyatu dalm visi dan misinya. Tandas Asep
Kamis, 20 Desember 2012
SAJAK 3005
Nostalgia meraya serasa menemani gelap malam yang sendu
Dingin hari ini tanda gigilnya hati yang pilu
Bukan kedipan yang kudamba di saat ini
Kedipan hati yang kuingin tatap pada embun pagi yang lesu
Rindu??? ku panggil namamu namun kau tetap acuh dengan panggilanku yang lirih,
Rindu??? Selalu ku panggil namamu dalam setiap jengkal detik namun kau tetap acuh,
Rindu??? Ku ingin bersamamu walau sedetik namun kau tetap pergi
Separuh malam ini ku habiskan hanya untuk mengrapkan rindu dari sapaanmu rindu???
Apa yang kurasa dan apa yang kudapat??? Hanya muka manismu yang kau tekuk di depannku.
Gejolak rindu tak tahan ku rasa menyeruak dalam hati yang amat dalam.
Tak tahan kurasa membuat hati bergetar tiada henti.......
Rindu, ku ingin kau sadar betapa aku mengharapkanmu
Tuk menemani separuh jiwaku yang sepi..
Aku tau ini semua hanya perasaanku yang terukir dalam mimpi,
Kau dengannya yang aku tak tau selama ini.
Dingin hari ini tanda gigilnya hati yang pilu
Bukan kedipan yang kudamba di saat ini
Kedipan hati yang kuingin tatap pada embun pagi yang lesu
Rindu??? ku panggil namamu namun kau tetap acuh dengan panggilanku yang lirih,
Rindu??? Selalu ku panggil namamu dalam setiap jengkal detik namun kau tetap acuh,
Rindu??? Ku ingin bersamamu walau sedetik namun kau tetap pergi
Separuh malam ini ku habiskan hanya untuk mengrapkan rindu dari sapaanmu rindu???
Apa yang kurasa dan apa yang kudapat??? Hanya muka manismu yang kau tekuk di depannku.
Gejolak rindu tak tahan ku rasa menyeruak dalam hati yang amat dalam.
Tak tahan kurasa membuat hati bergetar tiada henti.......
Rindu, ku ingin kau sadar betapa aku mengharapkanmu
Tuk menemani separuh jiwaku yang sepi..
Aku tau ini semua hanya perasaanku yang terukir dalam mimpi,
Kau dengannya yang aku tak tau selama ini.
Selasa, 30 Oktober 2012
SOSIO SATRA
Sosio adalah masyarakat, dan linguistik adalah kajian bahasa. Jadi sosiolinguistik adalah kajian tentang bahasa yang dikaitkam dengan kondisi kemasyarakatan [dipelajari oleh ilmu-ilmu sosialkhususnya sosiologi].
Pada awal abad ke-20, De Saussure (1916) telah menyebutkan bahwa bahasa adalah salah satu lembaga kemasyarakatan, yang sama dengan lembaga kemasyarakatan lain, seperti perkawinan, pewarisan harta peninggalan, dan sebagainya.
Pakar lain, Charles Morris, dalam bukunya Sign, Language, and Behaviour (1946) yang membicarakan bahasa sebagai system lambing. Ada tiga macam kajian bahasa berkenaan dengan focus perhatian yang diberikan, yaitu:
a : Semantik, jika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya.
b : Sintaktik, jika focus perhatian diarahkan pada hubungan lambang
c : Pragmatik , focus perhatian diarahkan pada hubungan antara lambang dengan para penuturnya.
Beberapa Rumusan mengenai Sosiolinguistik:
a : menurut Kridalaksana (1978:94) , Sosiolinguistik nlazim didevinisiksn sebagai ilmu yang mempelajaari ciri dan berbagai variasi bahasa di dalam masyarakat bahasa.
b : menurut Nababan (1984 :82) , Perngkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan .
c : menurut Fishman (1972) , Sosiolinguistics is the study of the caracteristics of language varieties, the carakteristics of their functions,and the characteristics of their speakers as these three constlantly interact, change and change one another within a speech community, ( Sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi–fungsi variasi bahasa, dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat.
d: Sociolinguistyiek is de studie van tall en taalgebruik in de context van maatschapij en kultuur, (Sosiolimguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks social dan kebudayaan. (Rene appel , Gerad Hubert , Greus Meijer 1976:10).
e : Sociolinguistiek is subdisiplin van de taalkunde , die bestudert welke social faktoren een rol nspelen in het taalgebruik er welke taal spelt in het social verkeer. ( Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor social yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial. (G,E. Booij , J.G. Kersten, dan H.J Verkuyl 1975:139).
F : Sosiolinguistcs is the study of language operation, it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior. (Sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya , dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvevsi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek laindari timgkah laku sosial. (C.Criper dan H.G.Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder 1975:156).
g. Sosiolinguistics is a developing subfield of linguistics which takes speech variation as it’s focus , viewing variation or it social context. Sociolinguistics is concerned with the correlation between such social factors and linguistics variation. ( Sosiolinguistik adalah pengembangan sub bidang yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran , serta mengkajinya dalam suatu konteks social . Sosiolinguistik meneliti korelasi antara factor-faktor social itu dengan variasi bahasa. (Nancy Parrot Hickerson 1980:81).
Dari definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolimguistik adalah cabang ilmu linguistic yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi , dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan factor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur. Atau lebih secara operasional lagi seperti dikatakan Fishman (1972,1976) , …study of who speak what language to whom and when”.
Selain istilah sosiolinguistik juga digunakan istilah sosiologi bahasa. Banyak orang yang menganggap hal itu sama, tapi banyak pula yang menganggapnya berbeda. Ada yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik , sedangakan istilah sosiologi bahasa digunakan kalau penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi. (Nababan 1884:3 juga brigh 1992:vol 4:9 ). J.A. Fishman , pakar sosiolinguistik yang andilnya sangat besar dalam kajian sosiolinguistik, mengatakan kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif,sedangkan kajian sosiologi bahasa bersifat kuantitatif. Jadi sosiolinguistik lebih berhubungan dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebernanya, seperti deskripsi pola-pola pemakaian bahasa atau diale dalam usaha tertentu.
Istilah sosiolinguistik muncul pada tahun 1952, dalam karya Haver C. Currie yang menyarankan perlu adanya penelitian dengan hubungan antara perilaku ujaran dengan status social . Fishman sendiri dalam bukunya yang terbit tahun 1970, menggunakan nama sosiolinguistics , tapi pada tahun 1972 menggunakan nama sociology of language. Haliday seorang linguis inggris , yang banyak memperhatikan segi kemasyarakatan bahasa , dalam bukunya The Linguistic s Science and Language Teacing , yang menggunakan istilah institutional, lintics Sciense and Language Teaching.
Bahasa adalah sebuah system , artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap, dan dapat dikaidahkan. Cirri dari hakikat bahasa adalah , bahwa bahasa itu adalah system lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dean manusiawi. Dengan sistematis maksudnya , bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu, tidak tersusun secara acak atau sembarangan.
System bahasa yang digunakan berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Setiap lambang bahasa menggunakan lambang bahasa ya ng berbunyi [kuda], melambangkan konsep atau makna . Dalam bahasa Indonesia satuan bunyi [air], [kuda], dan [meja] adalah lambang ujaran karena memiliki makana , tetapi bunyi- bumyi [rai], [akud], [ajem] bukanlah lambang ujarankarena tidak memiliki makna. Lambang bahasa itu bersifat arbitrer , artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya, tidak bersifat wajib , bisa berubah , dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang itu mengonsepi makna tertentu.
Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit , sebab seperti dikemukakan Fishman bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end.
Dari sudut penutur , bahasa itu personal atau pribadi. Salah satu fungsi bahasa yaitu komunokasi , maka ada 3 komponen yang harus ada dalam komunikasi, yaitu:
1. Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan. Disebut partisipan.
2. Informasi yang dikomunikasikan
3. Alatyang digunakan dalam komunikasi itu.
Setiap perbuaatan bisa di tafsirkan sesuai dengan kebiasaan budaya dalam suatu masyarakat. Suatu perbuatan bisa disebut bersifat komunikatif adalah kala perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebagai penerima pesan dari perbuatan itu.
Dalam setiap komunikasi ada dua pihak yang terlihat , yaitu pengirim pesan (sender), penerima pesan (receiver). Setiap proses komunikasi bahasa dimulai dengan si pengirim merumuskan terlebih dahulu apa yang akan diujarakan dalam bentuk suatu gagasan.
Ada dua macam komunikasi bahasa , yaitu komunokasi sewarah dan komunikasi dua arah. Dalam komunikasi searah , si pengirim tetap sebagai pengirim dan si penerima tetap sebagai penerima. Bahasa itu dapat mempengaruhi perilaju manusia. Sebagai alat komunikasi , bahasa iyu terdiri dari dua aspek yaitu linguistik dan aspek non linguistik.
Aspek para linguistikk mencakup :
1. kualitas ujaran, yaitu pola ujaran seseorang seperi falseto
2. unsur supra segmental , yaitu tekanan (stress)
3. jarak dan gerak-gerik tubuh, seperti gerakan anggota kepala , tangan dan sebagainya
4. rabaan , yang berkenaan dengan indra perasa.
Aspek linguistik dan para linguistik , berfungsi sebagai alat komunikasi, bersama-sama dengan konteks situasi yang membangun situasi tertentudalam proses komunikasi.
Pada awal abad ke-20, De Saussure (1916) telah menyebutkan bahwa bahasa adalah salah satu lembaga kemasyarakatan, yang sama dengan lembaga kemasyarakatan lain, seperti perkawinan, pewarisan harta peninggalan, dan sebagainya.
Pakar lain, Charles Morris, dalam bukunya Sign, Language, and Behaviour (1946) yang membicarakan bahasa sebagai system lambing. Ada tiga macam kajian bahasa berkenaan dengan focus perhatian yang diberikan, yaitu:
a : Semantik, jika perhatian difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya.
b : Sintaktik, jika focus perhatian diarahkan pada hubungan lambang
c : Pragmatik , focus perhatian diarahkan pada hubungan antara lambang dengan para penuturnya.
Beberapa Rumusan mengenai Sosiolinguistik:
a : menurut Kridalaksana (1978:94) , Sosiolinguistik nlazim didevinisiksn sebagai ilmu yang mempelajaari ciri dan berbagai variasi bahasa di dalam masyarakat bahasa.
b : menurut Nababan (1984 :82) , Perngkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan .
c : menurut Fishman (1972) , Sosiolinguistics is the study of the caracteristics of language varieties, the carakteristics of their functions,and the characteristics of their speakers as these three constlantly interact, change and change one another within a speech community, ( Sosiolinguistik adalah kajian tentang ciri khas variasi bahasa, fungsi–fungsi variasi bahasa, dan pemakai bahasa karena ketiga unsur ini selalu berinteraksi, berubah, dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat.
d: Sociolinguistyiek is de studie van tall en taalgebruik in de context van maatschapij en kultuur, (Sosiolimguistik adalah kajian mengenai bahasa dan pemakaiannya dalam konteks social dan kebudayaan. (Rene appel , Gerad Hubert , Greus Meijer 1976:10).
e : Sociolinguistiek is subdisiplin van de taalkunde , die bestudert welke social faktoren een rol nspelen in het taalgebruik er welke taal spelt in het social verkeer. ( Sosiolinguistik adalah subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor social yang berperan dalam penggunaan bahasa dan pergaulan sosial. (G,E. Booij , J.G. Kersten, dan H.J Verkuyl 1975:139).
F : Sosiolinguistcs is the study of language operation, it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior. (Sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya , dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvevsi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek laindari timgkah laku sosial. (C.Criper dan H.G.Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder 1975:156).
g. Sosiolinguistics is a developing subfield of linguistics which takes speech variation as it’s focus , viewing variation or it social context. Sociolinguistics is concerned with the correlation between such social factors and linguistics variation. ( Sosiolinguistik adalah pengembangan sub bidang yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran , serta mengkajinya dalam suatu konteks social . Sosiolinguistik meneliti korelasi antara factor-faktor social itu dengan variasi bahasa. (Nancy Parrot Hickerson 1980:81).
Dari definisi-definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa Sosiolimguistik adalah cabang ilmu linguistic yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi , dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan factor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur. Atau lebih secara operasional lagi seperti dikatakan Fishman (1972,1976) , …study of who speak what language to whom and when”.
Selain istilah sosiolinguistik juga digunakan istilah sosiologi bahasa. Banyak orang yang menganggap hal itu sama, tapi banyak pula yang menganggapnya berbeda. Ada yang mengatakan digunakannya istilah sosiolinguistik karena penelitiannya dimasuki dari bidang linguistik , sedangakan istilah sosiologi bahasa digunakan kalau penelitian itu dimasuki dari bidang sosiologi. (Nababan 1884:3 juga brigh 1992:vol 4:9 ). J.A. Fishman , pakar sosiolinguistik yang andilnya sangat besar dalam kajian sosiolinguistik, mengatakan kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif,sedangkan kajian sosiologi bahasa bersifat kuantitatif. Jadi sosiolinguistik lebih berhubungan dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebernanya, seperti deskripsi pola-pola pemakaian bahasa atau diale dalam usaha tertentu.
Istilah sosiolinguistik muncul pada tahun 1952, dalam karya Haver C. Currie yang menyarankan perlu adanya penelitian dengan hubungan antara perilaku ujaran dengan status social . Fishman sendiri dalam bukunya yang terbit tahun 1970, menggunakan nama sosiolinguistics , tapi pada tahun 1972 menggunakan nama sociology of language. Haliday seorang linguis inggris , yang banyak memperhatikan segi kemasyarakatan bahasa , dalam bukunya The Linguistic s Science and Language Teacing , yang menggunakan istilah institutional, lintics Sciense and Language Teaching.
Bahasa adalah sebuah system , artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap, dan dapat dikaidahkan. Cirri dari hakikat bahasa adalah , bahwa bahasa itu adalah system lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dean manusiawi. Dengan sistematis maksudnya , bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu, tidak tersusun secara acak atau sembarangan.
System bahasa yang digunakan berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Setiap lambang bahasa menggunakan lambang bahasa ya ng berbunyi [kuda], melambangkan konsep atau makna . Dalam bahasa Indonesia satuan bunyi [air], [kuda], dan [meja] adalah lambang ujaran karena memiliki makana , tetapi bunyi- bumyi [rai], [akud], [ajem] bukanlah lambang ujarankarena tidak memiliki makna. Lambang bahasa itu bersifat arbitrer , artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya, tidak bersifat wajib , bisa berubah , dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang itu mengonsepi makna tertentu.
Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit , sebab seperti dikemukakan Fishman bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end.
Dari sudut penutur , bahasa itu personal atau pribadi. Salah satu fungsi bahasa yaitu komunokasi , maka ada 3 komponen yang harus ada dalam komunikasi, yaitu:
1. Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan. Disebut partisipan.
2. Informasi yang dikomunikasikan
3. Alatyang digunakan dalam komunikasi itu.
Setiap perbuaatan bisa di tafsirkan sesuai dengan kebiasaan budaya dalam suatu masyarakat. Suatu perbuatan bisa disebut bersifat komunikatif adalah kala perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebagai penerima pesan dari perbuatan itu.
Dalam setiap komunikasi ada dua pihak yang terlihat , yaitu pengirim pesan (sender), penerima pesan (receiver). Setiap proses komunikasi bahasa dimulai dengan si pengirim merumuskan terlebih dahulu apa yang akan diujarakan dalam bentuk suatu gagasan.
Ada dua macam komunikasi bahasa , yaitu komunokasi sewarah dan komunikasi dua arah. Dalam komunikasi searah , si pengirim tetap sebagai pengirim dan si penerima tetap sebagai penerima. Bahasa itu dapat mempengaruhi perilaju manusia. Sebagai alat komunikasi , bahasa iyu terdiri dari dua aspek yaitu linguistik dan aspek non linguistik.
Aspek para linguistikk mencakup :
1. kualitas ujaran, yaitu pola ujaran seseorang seperi falseto
2. unsur supra segmental , yaitu tekanan (stress)
3. jarak dan gerak-gerik tubuh, seperti gerakan anggota kepala , tangan dan sebagainya
4. rabaan , yang berkenaan dengan indra perasa.
Aspek linguistik dan para linguistik , berfungsi sebagai alat komunikasi, bersama-sama dengan konteks situasi yang membangun situasi tertentudalam proses komunikasi.
Jumat, 26 Oktober 2012
Kamis, 25 Oktober 2012
SISWI SDN PARAKANTIGA
SISWI SDN PARAKANTIGA CIGUDEG BOGOR
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Anak-anakku yang bapak cintai, kelak nanti kamu semua pasti kan menjadi generasi penerus bangsa yang cinta tanah air, yang membela dan menjungjung nilai-nilai pancasila.
balajar yang tekun esok kan menjadi masa depan yang cerah
Langganan:
Postingan (Atom)

